2
Ilusi Aliran Melingkar
ECON000Lesson 10
00:00

Joseph Schumpeter memulai kritiknya dengan membongkar obsesi ekonomi terhadap keseimbangan. Ia membingkai Aliran Melingkar kehidupan ekonomi bukan sebagai realitas yang hidup, melainkan sebagai hantu teoritis. Sementara para raksasa Ekonomi Klasikβ€”David Ricardo, Thomas Malthus, dan John Stuart Millβ€”membayangkan "keadaan stasioner" di mana perekonomian pada akhirnya menjadi rutinitas, Schumpeter berpendapat bahwa ini adalah kesalahpahaman fatal tentang sifat sistem tersebut.

RICARDO&MALTHUSPertumbuhan PendudukHasil yang Semakin MenurunUpah SubsistenKeterbatasan LahanKeadaan StasionerSiklus tak berujung menuju stagnasiVSINOVASIGelombang 1Gelombang 2Gelombang 3Kapitalisme DinamisGelombang berkelanjutan dari destruksi kreatif

Jebakan Klasik

Para ekonom Klasik memandang kapitalisme melalui ilmu kelangkaan. Mereka percaya bahwa kapitalisme pasar atomistik pada akhirnya akan mencapai jalan buntu tanpa pertumbuhan. Dalam pandangan ini, esok hanyalah pengulangan hari ini. Schumpeter menyebutnya sebagai ekonomi statisβ€”sebuah model matematika yang berguna untuk buku teks, tetapi gagal dalam menggambarkan realitas.

Rutinitas Tanpa Laba

Klaim paling radikal Schumpeter adalah: "Dalam ekonomi statis, tidak ada tempat untuk laba!" Dalam Aliran melingkar yang tidak pernah mengubah atau memperluas penciptaan kekayaannya, harga sama persis dengan biaya. Apa yang kita anggap sebagai laba hanyalah "upah manajemen" atau sewa. Surplus ekonomi yang sesungguhnya hanya muncul ketika aliran tersebut dipecah oleh perubahan.

Kebenaran Dinamis
Schumpeter mengidentifikasi Kapitalisme sebagai sesuatu yang secara intrinsik dinamis dan berorientasi pada pertumbuhan. Ini bukanlah sistem yang menjadi tenang; ini adalah sistem yang meledak. Kekuatan internal dari wirausahawan memastikan lingkaran tersebut tidak pernah tetap tertutup.